OSIS SMA Katolik Baleriwu telah mengadakan tukar menukar kado pada perayaan Valentine Day pada hari ini tanggal 14 Februari 2025. Kegiatan ini diawali dengan ibadat Sabda bersama yang dipimpin oleh ibu Herlina Noa. Dalam renungannya, Ibu Herlyn telah menggambarkan tentang siapakah sosok St. Valentinus. Dikisahkan bahwa St Valentine adalah seorang pendeta yang bertugas menjadi martir abad ketiga di Roma, ketika Kaisar Claudius II berkuasa. Saat itu kaisar melarang para pria untuk menikah karena hendak diikutkan dalam perang. Kaisar beranggapan bahwa seorang pria lajang bisa menjadi prajurit yang lebih baik dibanding mereka yang sudah beristri. St Valentine yang menganggap larangan tersebut tidak adil kemudian memilih untuk menikahkan mereka secara diam-diam. Hal itu kemudian membuat Kaisar Claudius II murka, ia lalu memerintahkan agar sang pendeta dipenjara dan dijatuhi hukuman mati.
Setelah Ibadat Sabda dilanjutkan Acara Tukar Kado. Acara tukar kado yang berlangsung di halaman utama SMAK Baleriwu disambut dengan sangat antusias dengan tepuk tangan dan sorak sarai dari siswa/i dan semua staf guru, kepala sekolah dan pegawai. Karena acara tukar kado itu juga merupakan suatu acara yang unik yang didalamnya terkandung berbagai makna sebagai wujud kebersamaan dan saling menghargai diantara semua lembaga civitas akademik SMAK Baleriwu untuk selalu saling mencintai, menghormati dan menghargai tepatnya di hari Valentine ini.
Dalam arahannya Kepala Sekolah SMAK Baleriwu, Bpk. Paulus Tenga, S. Pd berharap dengan adanya acara seperti ini para siswa dan juga guru-guru dapat mengambil makna yang terkandung dalam acara tsb, yaitu kebersamaan dan saling menghargai sesama dan orang di sekitar kita. kita diharapkan selalu menanamkan budaya positif dalam diri kita masing-masing. Jika kita telah menanamkan budaya positif dalam diri kita maka kita akan terbiasa menerapkan nilai-nilai kebajikan untuk mencapai keselarasan hidup berperiku sesuai keyakinan yang mengarah ke dalam keselamatan dan kebahagiaan hidup dan mencintai orang lain tanpa pamrih.
Kegiatan tukar kado di hari Valentine ini, kita juga diajak untuk memaknai dengan sungguh-sungguh “Jangan dilihat dari nilai suatu barang yang diberikan tapi marilah kita belajar bersyukur serta ihklas memberi dan menerima pemberian orang lain dan dengan kita menggunakannya berarti kita menghargai orang yang memberi”.
Mari kita berdamai dengan diri kita masing-masing dan orang di sekitar kita dengan memberikan rasa kasih sayang paling tulus kepada semua orang yang kita jumpai.
(Barni’e)
Tinggalkan Komentar